Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hikmah Dari Kisah Seekor Kerbau MATI Karena Sebuah Opini


Disebuah desa hiduplah seorang petani dengan beberapa ekor peliharaannya. 

Disuatu sore selepas pulang dari sawah dengan wajah lelah dan nafas berat kerbau rebahan dikandangnya. Tidak berapa lama datanglah seekor anjing yang juga peliharaan petani itu dan terjadilah percakapan singkat:

Kerbau :“Aah temanku hari ini aku sungguh lelah dan kalau boleh besok aku ingin istirahat 1 hari”, kemudian anjing pun pergi meninggalkan kerbau.

Ditengah perjalanan anjing bertemu dengan Kucing yang sedang istirahat dibawah pohon rindang kemudian anjing menghampiri dan berkata:

Anjing:“Cing tadi aku ketemu kerbau dan katanya dia ingin istirahat besok, memang pantas untuk istirahat karena bos memberikan pekerjaan terlalu berat”.

Kemudian Kucing bercerita kepada Kambing :”Kerbau complain katanya bos kasih kerjaan terlalu banyak dan berat, besok dia tidak mau kerja lagi”

Akhirnya sampailah ke monyet dan pada saat makan malam si Monyet bertemu dengan si boss dan berkata :”Boss si Kerbau akhir-akhir ini sikapnya berubah dan ingin meninggalkan boss untuk bekerja di boss lain”.

Mendengar ucapan si Monyet sang boss marah besar dan tanpa bertanya terlebih dahulu si boss meyembelih kerbau karena dianggap telah berhianat dan akhirnya kerbau mati.

Perlu diperhatikan bahwa ucapakn asli kerbau adalah: :“Aah temanku hari ini aku sungguh lelah dan kalau boleh besok aku ingin istirahat 1 hari”.

Lewat beberapa teman ucapan kerbau tersebut telah berubah menjadi:”Boss si Kerbau akhir-akhir ini sikapnya berubah dan ingin meninggalkan boss untuk bekerja di boss lain”. 

Pesan yang penting kita ambil dari kisah ini adalah:

Ada kalanya sebuah pembicaran cukup berhenti di telinga kita saja tanpa harus sampai ke telinga orang lain.

Jangan percaya begitu saja dengan berita yang disampaikan sekalipun yang menyampaikan adalah orang terdekat. Perlu dilakukan cek and ricek langsung ke sumber utama sebelum mengambil tindakan atas berita yang di dengar tersebut.

Jangan membiasakan menyampaikan perkataan orang lain dengan menambah atau menguranginya dengan persepsi sendiri karena bisa berakibat fatal.

Jika merasa ragu dengan berita dan perkataan orang lain kita bisa bertanya langsung kepada yang bersangkutan agar info yang kita terima bisa dinilai benar atau tidak sebelum bertindak.

Jadikan diri kita sebagai filter sehingga kita tidak mendatangkan celaka bagi orang lain hanya karena perkataan yang tidak jelas kebenarannya. 

Demikian semoga bermanfaat..