Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Untuk Apa Shalat Mu?



Untuk apa shalat mu?

Itulah kata yang terlintas dibenak saya ketika baru selesai menunaikan kewajiban kepada sang pencipta di waktu dzuhur di sebuah Mushalla sebuah universitas swasta di Medan.

Pikiran ini terlintas ketika saya sedang duduk hendak memakai sepatu dan menatap pada sekumpulan mahasiswa dan pelajar yang sedang duduk istirahat. 

Saya pribadi sebenarnya tidak mengetahui pasti untuk apa shalat saya selama ini, mungkin kata-kata saya konyol jika dilihat secara pintas namun jika coba kita analisa ada benarnya.

Indonesia adalah negara yg mayoritas penduduknya beragama islam. Islam mengajarkan umatnya untuk berkasih sayang antar sesama. 

Shalat juga Allah tegaskan dalam al-Qur’an (lupa disurat apa) merupakan benteng pencegah perbuatan keji dan mungkar, tapi jika kita lihat pada kenyataanya perbuatan keji dimana-mana, anak bunuh orangtua, orangtua perkosa anak kandung sendiri, anak tak berdosa dibunuh.

Perbuatan mungkar juga demikian, perjudian dimana-mana, korupsi merajalela, penindasan tetap ada, prostitusi semakin terbuka dimana-mana.

Nah dari kasus itu semua tidakkah kita mengetahui banyak pelakunya adalah orang islam sendiri yang sebahagiannya juga taat melaksanakan shalat bahkan mungkin tidak pernah tinggal satu waktupun.

Masalahnya orang shalat kenapa masih berbiat jahat? Bukankah Allah katakan shalat mencegah untuk berbuat jahat? 

Maka untuk apa shalat mu?

Maka jawabannya ada pada diri kita masing-masing, mengapa demikian? Ya, karena kita shalat memang dengan alasan yg berbeda-beda sesuai dengan survey kecil yang pernah saya lakukan bahwa ada orang shalat karena ingin mendapatkan sesuatu dan ini adalah alasan paling banyak, entah itu ingin mendapat jodoh, rezeki, jabatan dll.

Namun saya belum pernah menemukan ayat yang mengatakan :
> Shalatlah kamu agar mendapat rezeki yang banyak, 
> Shalatlah kamu agar kamu mendapat jodoh yang tampan, 
> Shalatlah kamu agar jabatan kamu naik, 

tidak pernah saya temukan (sobat pembaca boleh komen jika saya khilaf dan sertakan ayat dan suratnya).

Jadi apakah sebenarnya yang terkandung dalam dalam shalat sehingga kita diwajibkan mendirikannya? 

Jika ingin mengetahuinya kita perlu ahli agama yg bisa menjelaskannya yang sesui dengan al-Qur’an bukan dengan sangka-sangka akal dan nafsu. 

Namun jika boleh saya berpendapat bahwa shalat yang kita laksanakan itu harus mampu menyelamatkan orang lain yang ada disekitar kita dengan kita membesarkan nama Allah, praktek dalam shalatnya kita awali dengan membesarkan nama Allah (takbiratul ihram) dan kita akhiri dengaan salam (menoleh kiri dan kanan) yang artinya jika kita memang yakin Allah ada, aturan dan hukumnya juga ada maka kita tidak akan semena-mena dalam berbuat karena kita yakin Allah mengawasi kita melalui aturan-aturannya.

Dengan demikian firman Allah yang mengatakan “Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar” akan terwujud, kan tidak mungkin Allah salah dalam membuat ayat tersebut.

Demikian artikel singkat ini semoga ada manfaatnya untuk kita semua.
Wassalam..