Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Konfigurasi Static Routing Pada Router Cisco

artikel ini membahas mengenai konfigurasi static routing di router cisco


Routing adalah teknik untuk menghubungkan satu segmen network dengan segmen network berbeda lainnya atau sebuah teknik yang digunakan untuk menentukan jalur perpindahan data dari satu titik ke titik lainnya.

Perangkat telekomunikasi yang berfungsi melakukan fungsi ini disebut Router, baik itu router Cisco maupun RouterBoard (Mikrotik).

Secara garis besar teknik routing dibagi menjadi dua jenis, yaitu routing static dan routing dynamic.

Static Routing yaitu teknik routing yang dalam melakukan routing ke semua segmen ip address tujuan dilakukan secara manual.

Dynamic routing yaitu teknik routing yang dalam melakukan routing hanya perlu menambahkan segmen ip addres yang langsung terhubung dengan router tersebut, untuk segmen ip address yang tidak terhubung langsung ke router akan ditambahkan secara otomatis oleh router dengan system dynamic routing tersebut.

Dynamic routing yang ada saat ini adalah RIP (Routing Information Protocol), IGRP (Internal Gateway Routing Protokol), OSPF (Open Shortest Path First), EIGRP (Enhanced Internal Gateway Routing Protokol), BGP (Border Gateway Protokol).

Namun pada artikel ini serpengetahuan akan mencoba menjelaskan mengenai cara konfigurasi static routing pada router Cisco, untuk Routing dynamic akan kita bahas secara detail mengenai konsep dan cara konfigurasi masing-masing routing pada artikel berikutnya.

Konfigurasi routing static di router Cisco


Sobat buat topologi seperti dibawah ini :



Untuk IP Address sobat bisa tentukan sendiri, untuk IP Address yang saya gunakan adalah:

Router0  
Gig4/0 : 10.0.0.1/30
 
CopyRouter0(2)  
Gig4/0 (arah Router0) : 10.0.0.2/30
Gig5/0 (arah CopyRouter0(1) : 172.16.0.1/30
Gig6/0 (arah CopyRouter0 : 192.168.0.1/30

CopyRouter0(1)
Gig4/0 : 172.16.0.2/30

CopyRouter0
Gig4/0 : 192.168.0.2/30

Saya anggap sobat sudah paham cara menambah ip address pada interface/port cisco.

Kemudian setelah sobat menamhakan IP Address pada masing-masing interface (port) Router, sobat coba lakukan ping untuk menguji ip antar port sudah benar satu segmen atau tidak dengan cara melakukan ping. 

Hasil ping yang saya lakukan sebagai berikut:

Dari CopyRouter0(1)

Router#ping 172.16.0.2
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 172.16.0.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 0/4/10 ms

Router#ping 192.168.0.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 192.168.0.1, timeout is 2 seconds:
.....

Success rate is 0 percent (0/5)

Router#


Hasil ping menunjukkan jika ping ke IP satu segmen replay, ping ke IP segmen yang berbeda terjadi Request Time Out (RTO). Ini disebabkan IP address pada CopyRouter0(1) tidak tahu jalan menuju IP Address 192.168.0.1 dan juga IP segmen berbeda lainnya.

Agar bisa saling ping (terhubung) dibutuhkan yang namanya routing, berikut konfigurasi static routing pada router cisco yang dibahas pada artikel ini.

Perintah atau command static route cisco


Router(config)#ip route x.x.x.x netmask x.x.x.x

Keterangan :
  • x.x.x.x pertama adalah: Network tujuan
  • netmask adalah: Netmask Network tujuan
  • x.x.x.x kedua adalah: IP router yang melakukan routing yang akan jadi gerbang (gateway) penghubung ke router lainnya

Konfigurasi Static Routing Pada Router Cisco


  • Router0
Router(config)#ip route 192.168.0.0 255.255.255.252 10.0.0.2
Router(config)#ip route 172.16.0.0 255.255.255.252 10.0.0.2
  • CopyRouter0(1)
Router(config)#ip route 192.168.0.0 255.255.255.252 172.16.0.1
Router(config)#ip route 10.0.0.0 255.255.255.252 172.16.0.1
  • CopyRouter0(0)
Router(config)#ip route 10.0.0.0 255.255.255.252 192.168.0.1
Router(config)#ip route 172.16.0.0 255.255.255.252 192.168.0.1

Verifikasi (cek) routing


Setelah relesai, coba sobat periksa apakah routing static yang sobat buat tadi sudah tertanam pada router, perintahnya: "show ip route"

Berikut ini adalah hasil dari konfigurasi static routing yang saya lakukan pada masing - masing router sesuai gambar topologi diatas

  • Router0
Router#show ip route
10.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
C 10.0.0.0 is directly connected, GigabitEthernet4/0
172.16.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
S 172.16.0.0 [1/0] via 10.0.0.2
192.168.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
S 192.168.0.0 [1/0] via 10.0.0.2


Terlihat ada huruf “C” dan “S” disebelah kiri, maksudnya adalah:
  • C : connected atau network pada port yang langsung terhubung dengan router berikutnya
  • S : static atau network pada router lain yang terhubung melalui routing static

Coba lakukan show ip route pada CopyRouter0(2),

CopyRouter0(2)#show ip route
10.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
C 10.0.0.0 is directly connected, GigabitEthernet4/0
172.16.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
C 172.16.0.0 is directly connected, GigabitEthernet5/0
192.168.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
C 192.168.0.0 is directly connected, GigabitEthernet6/0


Perhatikan huruf sebelah kirinya hanya bertanda “C”, yang artinya adalah semua network langsung terhubung dengan router lainnya.

Bagaimana sob, gampangkan? Kalau sobat kurang faham silahkan tinggalkan pertanyaan pada kolom komentar, agar bisa lebih saya jelaskan dan kita fahami bersama.

Begitulah cara konfigurasi static routing pada router cisco, semoga membantu dan selamat mencoba.

Salam..
serpengetahuan