Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fungsi Allow Remote Request Di DNS Mikrotik

DNS (Domain Name Service) adalah sebuah teknik dalam jaringan yang berfungsi untuk memetakan, mentranslasikan, merubah dan mengarahkan sebuah request atau permintaan menggunakan nama (kata) ke internet protocol address (ip address) tertentu.

Untuk lebih jelas mengenai Domain Name Service sobat bisa baca-baca di google, karena sangat banyak artikel-artikel yang membahas mengenai DNS di google.

Disini yang ingin saya coba untuk berbagi adalah mengenai fungsi allow remote request yang ada pada menu DNS server ketika kita melakukan seting pada Mikrotik.



Misal penjelasannya begini:
  • Client langganan internet ke ISP IndonesiaNet.
  • DNS IndonesiaNet adalah 201.222.111.110 dan 201.222.111.111 yang tempatnya di Hongkong.
  • PC1 client menggunakan DNS IndonesiaNet dan mengetik “cewekterbang.com” di google, maka PC1 akan mencari kata “cewekterbang.com” ke DNS yang ada di Hongkong tadi.
  • Misalkan saja dari lokasi PC1 ke Hongkong memakan waktu 2 detik, kembali ke PC1 juga 2 detik sudah 4 detik, itu masih meminta alamat IP dimana “cewekterbang.com” berada.
  • Setelah itu baru PC1 meminta data “cewekterbang.com” ke alamat IP yang diberikan si DNS tadi, anggap saja membutuhkan waktu 3 detik.
  • Kemudian server “cewekterbang.com” merespon permintaan PC1 dengan waktu yang sama yaitu 3 detik. Terbukalah halaman “cewekterbang.com” di layar PC1
Bayangkan, masih ingin membukacewekterbang.com” saja kita sudah membutuhkan waktu 10 detik. PC yang lain juga akan mengalami hal yang sama ketika ingin membuka halaman “cewekterbang.com”

Bayangkan ketika kita melakukan browsing di internet berapa banyak kata kunci yang kita ketikkan. Disinilah kita bisa memanfaatkan fungsi allow remote request yang ada pada saat setting DNS Mikrotik.

Apasih fungsinya? Penjelasannya kira-kira seperti ini:
  • Client langganan internet ke ISP IndonesiaNet.
  • DNS IndonesiaNet adalah 201.222.111.110 dan 201.222.111.111 yang tempatnya di Hongkong.
  • PC1 client menggunakan IP Address Mikrotik sebagai DNS dan mengetik “cewekterbang.com” di google, maka PC1 akan mencari kata “cewekterbang.com” ke DNS IndonesiaNet yang ada di Hongkong tadi.
  • Misalkan saja dari lokasi PC1 ke Hongkong memakan waktu 2 detik, kembali ke PC1 juga 2 detik sudah 4 detik, itu masih meminta alamat IP dimana “cewekterbang.com” berada.
  • Setelah itu baru PC1 meminta data “cewekterbang.com” ke alamat IP yang diberikan si DNS tadi, anggap saja membutuhkan waktu 3 detik.
  • Kemudian server “cewekterbang.com” merespon permintaan PC1 dengan waktu yang sama yaitu 3 detik. Terbukalah halaman “cewekterbang.com” di layar PC1

Ketika sewaktu-waktu PC1 atau PC lainnya ingin membuka halaman “cewekterbang.com” maka PC tidak akan meminta langsung ke DNS IndonesiaNet yang ada di Hongkong, tapi akan langsung meminta ke Mikrotik karena sebelumnya halaman “cewekterbang.com” sudah pernah dibuka, artinya jarak diperpendek.

Begitu juga dengan halaman lainnya yang sudah pernah dibuka tidak akan diminta langsung ke DNS utama dalam hal ini DNS IndonesiaNet.

Fungsi allow remote request di Mikrotik adalah untuk memungkinkan Mikrotik menjadi DNS cache, sehingga kita bisa mengarahkan DNS komputer kita ke IP Mikrotik untuk akses lebih cepat, khususnya untuk NS yang sudah terekam di cache Mikrotik.

Demikian penjelasan tentang Fungsi Allow Remote Request di Mikrotik, semoga dapat menambah pemahaman kita bersama.