Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian dan Jenis jenis Tunnel



Pada saat sebuah peruahaan memiliki kantor cabang, biasanya perusahaan menginginkan antara kantor pusat dengan kantor cabang bisa saling interkoneksi. Dapat melakukan file sharing, VOIP, dan kebutuhan pertukaran informasi dalam jaringan lainnya.

Masalah muncul apabila ternyata kantor pusat dengan kantor cabang berbeda kota. Akan butuh biaya mahal jika harus membangun infrastruktur kabel/wireless/fiber optic yang digunakan untuk menghubungkan antara kantor pusat dengan kantor cabang.

Saat ini sudah ada fitur Tunnel baik di Cisco ataupun di Mikrotik untuk mengatasi masalah tersebut.

Pengertian IP Tunnel

Dalam kamusbesar.com Tunnel adalah terowongan atau lubang bukaan mendatar atau hamper mendatar yang menembus kedua lereng bukit”.

Menurut Wikipedia “IP tunnel adalah kanal jaringan komunikasi Protokol Internet (IP) antara dua jaringan komputer yang digunakan untuk transportasi menuju jaringan lain dengan mengkapsulkan paket ini”.

Pada dasarnya sebuah terowongan akan menghubungkan satu titik ke titik lainnya melalui jalur yang ditentukan.

Jadi bisa kita tarik kesimpulan bahwa pengertian IP Tunnel adalah sebuah teknik dalam ilmu jaringan komputer untuk menghubungkan satu titik user /host ke titik user /host lainnya dalam lokasi berjauhan menggunakan metode tertentu.

Jenis - jenis IP Tunnel

Pada Mikrotik fitur Tunnel yang sudah tersedia saat ini adalah EoIP, IPSec, IPIP, PPP, L2TP, PPPoE, PPTP dan OpenVPN.

Masing - masing dari jenis tunnel tersebut memiliki kelebihan masing - masing yang bisa di sesuaikan dengan kebutuhan kita jika ingin menggunakan fitur ini.

1. EoIP

EoIP atau Ethernet over IP merupakan metode tunnel yang paling sederhana yang ada dalam Mikrotik.

EOIP merupakan protocol proprietary untuk membangun bridge dan tunnel antar router Mikrotik, dimana interface EOIP akan berfungsi sebagai ethernet yang menghubungkan dua lokasi router Mikrotik.

EoIP tidak menggunakan ekripsi, jadi tidak disarankan digunakan untuk transmisi data yang membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi.

Kelebihan:
  • Konfigurasi mudah
  • Sederhana dan Persiapan singkat karena hanya perlu menentukan tunnnel ID, remote address dan local address agar dapat saling terhubung
Kekurangan:
  • Tidak dienkripsi
  • Tidak aman untuk melakukan transmisi data yang bersifat rahasia
2. IPSec

IPSec adalah seperangkat protokol yang didefinisikan oleh Internet Engineering Task Force (IETF) untuk mengamankan pertukaran paket melalui jaringan IP/IPv6 tidak dilindungi seperti Internet.

3. IP-in-IP (IPIP)

Protokol IPIP berkerja dengan mengenkapsulasi paket data dari satu IP ke IP lain untuk membentuk network tunnel.

Berbeda dengan EoIP yang hanya bisa digunakan untuk router yang sama - sama MikroTik, IPIP dapat berjalan hampir di semua jenis router selama router tersebut mendukung protokol IPIP.

IPIP tidak dapat di bridge sehingga ip address lokal dibawah antara router 1 dengan router lainnya harus menggunakan segmen IP addres yang berbeda.

4. PPP

PPP (Point to Point Protocol) protocol layer 2 yang digunakan untuk komunikasi secara serial.

Untuk menjalankan koneksi PPP Mikrotik RouterOS harus memiliki port/interface serial, line telephone port berupa RJ11 (PSTN), atau modem seluler (PCI atau PCMCIA).

Untuk terbentuk koneksi PPP dilakukan melalui dial up nomer telepon tertentu ke ISP (misal nomor *99***1#) kemudian PPP akan mendapatkan IP address untuk koneksi internet.

MikroTik dapat digunakan sebagai PPP server dan atau PPP client.

Kelebihan:
  • Konfigurasi mudah
  • Menghubungkan device melalui saluran telepon
  • Cukup aman karena menggunakan authentikasi seperti CHAP dan PAP
Kekurangan:

Router harus memiliki port serial agar bisa menggunakan PPP

5. L2TP

L2TP (Layer 2 Tunneling Protocol) merupakan pengembangan dari PPTP ditambah L2F (Layer 2 Forwarding). Network security Protocol dan enkripsi yang digunakan untuk autentikasi sama dengan PPTP. Akan tetapi untuk melakukan komunikasi L2TP menggunakan UDP port 1701.

L2TP mensupport non-TCP/IP protocols (Frame Relay, ATM and SONET). 

L2TP dikembangkan atas kerja sama antara Cisco dan Microsoft untuk menggabungkan fitur dari PPTP dengan protocol proprietary Cisco yaitu protokol Layer 2 Forwarding (L2F).

Kelebihan:
  • Lebih aman dari PPTP karena enkripsinya lebih tinggi
  • Tersedia atau disupport oleh banyak sistem operasi atau perangkat
  • Konfigurasi dan persiapan mudah
Kekurangan:
  • Lebih lambat daripada PPTP karena enkripsi lebih tinggi
  • Menggunakan protocol UDP sehingga rawan untuk diblok oleh firewall
  • Harus dikombinasi dengan IPSec agar lebih aman