Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian dan Jenis Jenis Tunnel [Lanjutan]

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yang membahas tentang Tunnel, silahkan baca disini jika belum membacanya.

Jika sudah silahkan lanjut dibawah ini..






6. PPPoE

Point-to-Point Protocol over Ethernet (PPPoE) adalah protokol jaringan yang di gunakan untuk mengenkapsulasi Point-to-Point Protocol (PPP) frame dalam frame Ethernet.

PPPoE sendiri terdiri dari dua yaitu PPPoE server dan PPPoE client.

PPP merupakan singkatan dari Point-toPoint Protocol. Dilihat dari namanya maka kita dapat mengartikan bahwa PPP ini merupakan protocol koneksi antara dua titik, satu titik di ujung sebagai server yang satu dan satu titik di ujung yang lain sebagai client.

Saat konfigurasi, ip address di sisi PPPoE server harus sama dengan ip address di sisi PPPoE client.

Ketika akan melakukan dial koneksi si PPPoE client akan diminta untuk memasukkan password yang sebelumnya sudah di setting di sisi PPPoE server.

Kelebihan
  • Dial up lebih cepat
  • Akses lebih aman
  • Router mendapat IP publik 

Kekurangan
  • Konfigurasi agak rumit.
  • Router mendapat IP langsung dan terhubung ke internet jadi bisa di akses orang lain.
  • Biaya agak mahal.


7. PPTP (Point to Point Tunnel Protocol)

PPTP merupakan salah satu type VPN yang paling sederhana dalam konfigurasi dan juga fleksibel.

Saat melakukan konfigurasi PPTP, kita bisa menentukan network security protocol yang akan digunakan untuk proses autentikasi PPTP pada Mikrotik, seperti pap,chap,mschap dan mschap2.

Komunikasi PPTP menggunakan protokol TCP port 1723, dan menggunakan IP Protocol 47/GRE untuk enkapsulasi paket datanya.

Kelebihan PPTP
  • PPTP mendukung semua sistem operasi desktop dan seluler.
  • Mudah dalam melakukan konfigurasi.
  • Karena enkripsi tingkat rendahnya, artinya sangat bagus untuk mengunduh, streaming, dan penggunaan umum.
  • Biaya lebih murah.
Kekurangan PPTP
  • Terbatas pada enkripsi 128-bit
  • Kurang stabil, tergantung dengan kondisi jaringan yang digunakan
  • Dapat dengan mudah diblokir oleh ISP karena beroperasi secara eksklusif pada port 1723 dan menggunakan paket GRE non-standar yang mudah diidentifikasi.
  • Tidak cocok untuk keamanan online dan anonimitas online.


8. OpenVPN

OpenVPN merupakan salah satu tipe VPN untuk interkoneksi jaringan lokal yang memanfaatkan jaringan public (WAN/Internet) dengan komunikasi yang bersifat secure.

VPN ini biasa digunakan ketika dibutuhkan keamanan data yang tinggi.

Secara default, OpenVPN menggunakan UDP port 1194 dan dibutuhkan certificate pada masing-masing perangkat untuk bisa terkoneksi.

Kelebihan OpenVPN
  • Remote Access, dengan VPN kita dapat mengakses komputer atau jaringan kantor, dari mana saja selama terhubung ke internet
  • Keamanan, dengan koneksi VPN kita bisa berselancar dengan aman ketika menggunakan akses internet publik seperti hotspot atau internet cafe.
  • Tidak membutuhkan ip public, cukup terhubung dengan internet manapun sudah bisa setting OpenVPN.
  • Menghemat biaya setup jaringan.
Kekurangan OpenVPN
  • Rawan disadap oleh penyedia OpenVPN
  • Koneksi internet (jaringan publik) yang tidak bisa kita prediksi. Hal ini dapat kita maklumi karena pada dasarnya kita hanya “nebeng” koneksi pada jaringan pihak lain.
  • Butuh perhatian lebih terhadap keamanan data perangkat yang terhubung.
Demikian semoga bermanfaat.