Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Konfigurasi Dasar Pada Switch Cisco


Cisco adalah salah satu brand ternama dengan kualitas performa yang diberkan dalam dunia jaringan Internet atau Telekomunikasi.

Saat ini teknologi informasi memang sangat berkembang pesat sehingga banyak yang berlomba-lomba untuk belajar bidang ilmu teknologi informasi, termasuk dalam ruang lingkup jaringan komputer atau bisa kita katakan jaringan internet.

Artikel ini dibuat atas dasar keinginan untuk berbagi kepada siapapun khususnya yang baru mulai belajar tentang jaringan, apakah yang sedang sekolah di SMK TKJ, yang sedang kuliah Informatika, atau mungkin yang mencoba belajar sendiri secara otodidak

Cisco memproduksi perangkat jenis switch, router, acces point bahkan saat ini juga sudah memproduksi perangkat untuk data center (server).

Untuk mempraktekkan tutorial pada artikel ini sobat bisa melakukannya pada aplikasi cisco packet tracer jika tidak memiliki switch Cisco. Karena command yang ada di artikel ini juga diambil dari aplikasi tersebut, namun tetap sama jika kita lakukan pada switch Cisco sungguhan.

Hal paling dasar yang harus dilakukan saat mengkonfigurasi sebuah switch cisco akan kita bahas pada artikel ini lengkap dengan contoh syntac/scriptnya.

Contoh Konfigurasi Dasar Pada Switch Cisco


Berikut ini adalah hal paling dasar dalam melakukan konfigurasi pada switch Cisco, mari kita lakukan satu per satu.

  • Hostname

Hostname akan menjadi nama switch Cisco yang kita konfigurasi, biasanya hostname ini disesuaikan dengan nama lokasi tempat kita melakukan installasi jaringan.

Cara melakukan konfigurasi hostname seperti dibawah ini :

Switch>enable
Switch#configure terminal
Switch(config)#hostname PT.MAKMUR.JAYA.ABADI
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config)#

Perhatikan hostname/nama yang sebelumnya adalah “Switch” sudah berubah menjadi “PT.MAKMUR.JAYA.ABADI” setelah dilakukan konfigurasi.

Note :


Perlu di perhatikan bahwa format penulisan nama tidak boleh terpisah antar kata, semua harus terhubung baik dengan menggunakan tanda titik maupun denagn garis penghubung.

  • Shutdown/No Shutdown port

Shutdown fungsinya untuk mematikan port, sedangkan no shutdown untuk menghidupkan port. Caranya cukup gampang, kita masuk ke interface/port yang akan di shutdown atau no shutdown kemudian ketik shutdown jika akan mematikan port.

PT.MAKMUR.JAYA.ABADI>enable
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI#configure terminal
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config)#interface fastEthernet 0/1
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config-if)#shutdown 
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to administratively down

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to down
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config-if)#

Kita lihat status pada interface/port fa0/1 menjadi administratively down

Kemudian jika kita ingin menghidupkan kembali interface tersebut maka cukup menambahkan “no” di depan kata “shutdown”, seperti dibawah ini :

PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config-if)#no shutdown
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config-if)#

  • Membuat deskripsi port (interface)

Deskripsi pada port (interface) berfungsi untuk mempermudah jika ada gangguan (troubleshoot). Kita bisa dengan cepat mengetahui alokasi port tersebut kemana.

PT.MAKMUR.JAYA.ABADI#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config)#interface fastEthernet 0/1
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config-if)#description interface untuk bos

  • Allow vlan

Secara umum port pada switch cisco bisa melewatkan satu vlan, ini disebut dengan port mode "access". Tapi kita juga bisa menggantinya menjadi mode "trunk" agar bisa melewatkan lebih dari satu vlan.

Untuk port mode access, konfgurasinya seperti ini :

PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config)#interface fastEthernet 0/1
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config-if)#switchport mode access
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config-if)#switchport access vlan 100

Sedangkan untuk port mode trunk, konfigurasinya seperti ini :

PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config)#interface fastEthernet 0/1
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config-if)#switchport mode trunk
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config-if)#switchport trunk allowed vlan 100,200,300

  • Menambahkan ip address

Apakah switch bisa add (tambah) ip? yup tentu bisa karena switch yang kita bahas ini adalah switch manageable (switch L3).

Namun kita akan menambahkan ip address pada interface vlan bukan interface atau port fisik, caranya :

PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config)#interface vlan 100
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0

  • Menyimpan Konfigurasi

Setelah selesai melakukan seluruh konfigurasi, langkah terakhir adalah menyimpan konfigurasi yang sudah dibuat agar jika switch padam (mati listrik) maka konfigurasi yang sudah dibuat tetap aman alias tidak hilang.

PT.MAKMUR.JAYA.ABADI#write memory
Building configuration...
[OK]
PT.MAKMUR.JAYA.ABADI#

Itulah beberapa dasar konfigurasi yang umum dilakukan saat mengkonfigurasi switch cisco, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita bersama.

Salam..
serpengetahuan