Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan Antara Mode Bridge Dan Switch di Mikrotik

Hallo sobat blogger..!

Mikrotik adalah salah satu perangkat jaringan yang memiliki fitur yang cukup lengkap. Kali ini kita akan coba membahas mengenai perbedaan Bridge dan Switch di Mikrotik.

Pertanyaan yang masih sering muncul adalah bagaimana cara menggabungkan beberapa port pada Mikrotik agar bisa mengakses ip addres dengan segmen yang sama. Jawabannya adalah dengan memanfaatkan salah satu fitur Mikrotik RouterOS yaitu fitur Bridge atau Switch.



Pada dasarnya kedua fitur ini memiliki fungsi yang hampir sama, yaitu menggabungkan beberapa interface (port) Mikrotik menjadi satu segmen. Artinya dengan menggunakan salah satu dari fitur ini maka port Mikrotik yang seharusnya memiliki segmen ip address masing - masing bisa digabung kedalam satu segmen ip address.

Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan dari kedua mode tersebut.

1. Mode Bridge

Dengan mode ini memungkinkan kita untuk menggabungkan beberapa interface yang secara default berbeda menjadi satu segmen yang sama yang disebut dengan teknik Bridging.

Misal kita memiliki satu segmen ip address 192.168.1.1/24, kemudian kita memiliki 5 komputer yang akan terhubung pada segmen ip address tersebut, maka kita bisa menggunakan teknik Bridging untuk menggabungkan 5 interface Mikrotik agar ke 5 komputer kita bisa terhubung pada satu segmen ip tersebut.

Kita juga bisa melakukan bridging antara interface ethernet dengan wireless yang mana hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan metode switching. Artikel mengenai cara setting brigde pada Mikrotik dapat kita lihat disini. Teknik bridge bisa dilakukan di semua produk Mikrotik baik routerboard maupun PC.

Keunggulan dari mode Bridge ini adalah :

> Kita dapat menanggulangi network loop dengan mudah yaitu dengan menggunakan protocol STP (Spanning Tree Protocol) dan RSTP (Rapid Spanning Tree Protocol).

> Kita juga bisa memonitoring trafik setiap port yang di bridge, berbeda dengan mode switch yang hanya bisa memonitoring port utama saja.

> Bisa menggabungkan beberapa jenis interface menjadi satu segmen yang sama. Kita bisa menggabungkan interface Ethernet, Wireless, Vlan, VPN dan Tunnel menjadi satu segmen yang sama.


Kelemahan dari mode Bridge ini adalah :

> Load data membebani CPU, ini karena teknik bridge ini bekerja dilevel software, maka paket data yang masuk akan terbaca di prosessor sehingga menyebabkan CPU-Loadnya akan naik.

Untuk cara konfigurasinya silahkan sobat baca pada artikel cara konfigurasi Bridge di Mikrotik


2. Mode Switch

Pada umumnya RouterBoard memiliki beberapa interface ethernet. Walaupun interface-interface tersebut merupakan interface router yang setiap interfacenya harus terhubung ke jaringan yang berbeda-beda. Namun, interface tersebut dapat difungsikan sebagai port switch.

Untuk menghubungkan beberapa port ethernet, dibutuhkan hardware khusus yakni switch chip yang sudah tertanam di routerboard. Sebuah routerboard bisa difungsikan sebagai switch bila didalam router tersebut sudah terpasang switch-chip. Karena tidak semua jenis atau versi Routerboad memiliki switch-chip ini.

Switch-chip mampu melakukan forwarding frame ethernet secara full duplex dan independen tanpa membebani prosesor di Router.

Terdapat berbagai macam jenis Switch chip yang ada pada routerboard. Walaupun sama-sama memiliki fungsi switch, namun masing-masing memiliki fitur yang berbeda-beda.

Keunggulan mode Switch ini adalah :

> Tidak membebani load CPU Routerboard.
> Dengan fungsi port switching ini memungkinkan melakukan tranfer data dengan kecepatan penuh diantara sekelompok port.


Kelemahan dari mode Switch ini adalah :

> Hanya bisa menggabungkan port yang masih dalam satu kelompok switch-chip.
> Kita tidak bisa memonitoring trafik antar port yang masih dalam satu kelompok switch-chip.

Untuk cara konfigurasinya sobat bisa membacanya pada artikel selanjutnya.


Demikian artikel mengenai perbedaan antara bridge dan switch di mikrotik, semoga menambah wawasan kita bersama.