Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Kerja Spanning Tree Protocol

cara kerja spanning tree protocol


Halo sobat blogger..!

Pada artikel ini, serpengetahuan akan coba membahas mengenai sebuah protokol anti looping pada jaringan yang dikenal dengan nama Spanning Tree Protocol.

Spanning Tree Protocol (STP) adalah protokol yang berfungsi untuk mencegah terjadinya looping pada proses pengiriman data dalam sebuah topologi jaringan. STP biasanya digunakan jika switch memiliki dua jalur atau lebih yang menuju ke satu tujuan yang sama.

Spanning Tree Protocol (STP) akan melakukan blocking terhadap satu atau beberapa port sehingga nantinya hanya akan ada satu jalur yang digunakan untuk mengirim data, sementara yang lainnya akan menjadi jalur cadangan yang akan digunakan ketika jalur utama mengalami gangguan.

Jenis-jenis port Spanning Tree Protocol

Spanning tree protocol memiliki beberapa jenis port antara lain : 
  • Designated Port, yaitu port yang telah ditentukan sebagai cost yang terbaik (cost lebih rendah) daripada port yang lain. Sebuah designated port akan ditandai sebagai sebuah fowarding port (port yang akan mem forward frame).
  • Root Port, yaitu port pada switch yang terhubung langsung ke switch yang berfungsi sebagai Root Bridge.
  • Blocking Port, yaitu port yang diblok sehingga menjadi tidak aktif dan tidak digunakan untuk mengirim data. Biasanya blocking port dipilih dari nilai MAC address terbesar, nilai port terbesar, atau port dengan bandwidth terkecil. 
Cara kerja Spanning Tree Protocol (STP)

Spanning Tree Protocol (STP) bekerja di layer 2 OSI. STP biasa digunakan pada switch, router yang menjalankan mode bridge, serta mulitlayer swicth yang berfungsi sebagai switch.

Untuk mencegah terjadinya looping, Spanning Tree Protocol bekerja bedasarkan parameter dan step-step berikut :

> Menentukan root bridge

Root bridge dari spanning tree adalah bridge dengan bridge ID terkecil (terendah). Tiap bridge mempunyai unique identifier (ID) dan sebuah priority number yang bisa dikonfigurasi.

Untuk membandingkan dua bridge ID, yang pertama dibandingkan adalah priority number. Jika priority number antara kedua bridge tersebut sama, maka yang akan dibandingkan selanjutnya adalah MAC addresses.

Contoh : 
Jika switch A (MAC=0000.0000.1111) dan B (MAC=0000.0000.3333) memiliki priority number yang sama, misalnya 15, maka switch A yang akan dipilih menjadi root bridge karena nilai dari mac address nya lebih kecil.

Jika kita ingin switch B yang menjadi root bridge, maka priority number switch B harus kita ganti menjadi lebih kecil dari 15, misalnya kita buat menjadi 10.

> Menentukan Root Port

Yang menjadi root port adalah path yang paling dekat dengan root bridge. Untuk setiap non-root bridge hanya punya 1 root port.

STP menggunakan link cost calculation untuk menentukan root port pada non-root switch.

  • 10 Gbps = Cost 2
  • 1 Gbps = Cost 4
  • 100 Mbps = Cost 19
  • 10 Mbps = Cost 100
> Menentukan designated port dan non-designated port

Designated port adalah port yang di forward atau diteruskan dan non designated port adalah port yang blocking. Untuk root bridge semua portnya adalah designated port.

Switch dengan priority terendah, salah satu portnya akan menjadi non-designated port atau port blocking. Jika priority sama maka akan dilihat MAC address terendah.

STP akan membuat blocking atau shutdown pada salah satu port untuk mencegah terjadinya loop. Ketika link utama down maka port yang sebelumnya blocking akan menjadi forward.