Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penjelasan Detail OSI Layer

Hallo sobat blogger..!

Dunia daring saat ini sudah semakin berkembang pesat, semakin banyak orang - orang maupun perushaan yang berlomba - lomba meneydiakan layanan berbasis jaringan internet.

Faktanya tidak semua tau bagaimana proses yang terjadi pada saat seseorang itu melakukan pertukaran data pada sebuah layanan berbasis jaringan ineternet.

Faktanya ada sebuah dasar sistem yang berjalan dibalik didalam suksesnya kita dalam berselancar di internet, baik hanya sekedar browsing - browsing, chat di apliaksi sosmed dan lain - lain.

Sistem dasar itu dinamakan OSI Layer. Sistem inilah yang mengatur aliran - aliran data yang terjadi pada jaringan internet yang kita gunakan selama ini.



OSI Layer adalah merupakan singkatan dari Open System Interconnection yaitu sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI Layer juga disebut dengan Model 7 lapis OSI.

Sebelum adanya model referensi OSI ini, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor), artinya sebuah struktur jaringan akan bisa berjalan jika semua perangkat yang digunakan sama mereknya, misal di ISP menggunakan Cisco maka di user (client) juga wajib menggunakan Cisco.

Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut :

> Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.

> Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.

> Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.


Dengan faktor-faktor diatas maka saat ini yang berkembang dan digunakan adalah model TCP/IP, model ini dapat kita temui pada komputer dibagian interface saat akan mengganti ip address.



Namun dalam proses pembelajaran dasar jaringan, model OSI ini yang selalu menjadi referensi dikarenakan lebih detail dalam pembahasan proses yang terjadi dalam komunikasi data.


7 Layer OSI Model

Untuk penjelasannya kita akan mulai dari layer paling dasar yaitu :

1. Physical layer

Layer ini berfungsi sebagai media transmisi jaringan, mendefenisikan metode transmisi yang digunakan berupa pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan yang digunakan dan topologi jaringan.

Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. Jadi bentuk dari layer ini adalah fisik yang menjadi penghubung antar titik jaringan yang dibangun, seperti kabel (FO, UTP/STP), NIC pada komputer dan Radio sebagai media nirkabel.

Masih banyak yang salah dalam memahami layer physical ini, karena ada kata-kata fisik jadi banyak yang memahami semua yang berbentuk fisik dalam jaringan masuk kedalam layer ini, seperti switch fisik, hub, router dan lain-lain, padahal tidak.

Jadi proses yang terjadi pada layer ini adalah merubah metode pensinyalan yang digunakan kedalam bit yang akan di kirim ke tujuan.

Contoh :

Kabel Fiber optik (FO) menggunakan metode pensinyalan berupa cahaya, jadi si NIC tadi akan membaca dan mengubah cahaya tersebut menjadi bit kemudian diteruskan ke layer berikutnya.


2. Data Link layer

Ini adalah layer 2 dalam susunan OSI layer, berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame.

Selain itu pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras Media Access Control Address (MAC Address), dan menentukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).

Pada layer ini akan terjadi sebuah proses yang dinamakan dengan enkapsulasi (encapsulation) yaitu sebuah proses yang membuat satu jenis paket data jaringan menjadi jenis data lainnya.

Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protokol yang berada pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protokol yang berada pada lapisan yang lebih tinggi dan meletakkan data ke format data yang dipahami oleh protokol tersebut.

Proses ini dilakukan untuk mengamankan format data yang sudah terbentuk sebelumnya pada layer diatasnya agar data tersebut tetap bisa ditransmisikan (dikirimkan) ke layer berikutnya dengan baik.

Dalam OSI Reference Model, proses enkapsulasi yang terjadi pada lapisan terendah umumnya disebut sebagai "framing".

Contoh dari proses enkapsulasi ini adalah :

> Frame Ethernet yang melakukan enkapsulasi terhadap datagram yang dibentuk oleh Internet Protocol (IP), yang dalam datagram tersebut juga melakukan enkapsulasi terhadap paket data yang dibuat oleh protokol TCP atau UDP. Data yang dienkapsulasi oleh protokol TCP atau UDP tersebut sendiri merupakan data aktual yang ditransmisikan melalui jaringan.

> Frame Ethernet yang dienkapsulasi ke dalam bentuk frame Asynchronous Transfer Mode (ATM) agar dapat ditransmisikan melalui backbone ATM.


3. Network layer

Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.

Layer ini bertanggung jawab untuk melakukan beberapa fungsi berikut :

> Pengalamatan logis dan melakukan pemetaan (routing) terhadap paket-paket dalam jaringan.
> Membuat dan menghapus jalur koneksi antara dua node di dalam sebuah jaringan.
> Mentransfer data, membuat dan mengkonfirmasi penerimaan, dan mengeset ulang koneksi.

Pada layer ini juga menyediakan layanan connectionless dan connection-oriented terhadap lapisan transport yang berada di atasnya. Layer ini juga melakukan fungsinya secara erat dengan lapisan fisik (lapisan pertama) dan lapisan data-link (lapisan kedua) dalam banyak implementasi protokol dunia nyata.


Jadi setelah melewati proses framing pada layer 2 (Data Link), selanjutnya pada layer ini akan dilakukan pemetaan dengan mendefenisikan (menambahkan) alamat ip terhadap semua paket data yang diterima.

Layer ini akan memetakan data dengan menambahkan sebuah header pada data tersebut. Sehingga ketika data di kirimkan ke layer berikutnya dan mengalami pemecahan (fragmen) menjadi beberapa bagian, data akan tetap bisa utuh ketika sampai pada tujuan.

Contoh :

Sebuah paket diberi header D, maka ketika pake ini dikirim ke layer berikutnya (Transport layer) maka data akan di pecah menjadi beberapa bagian, misal menjadi : D1,D2,D3 dan seterusnya.

Ketika paket-paket ini sampai pada tujuan, akan di susun kembali menjadi paket “D” utuh berdasarkan header yang diberikan. Jika ada 1 bagian pake yang hilang maka data akan rusak (corrup) dan tidak bisa tampil.

Dalam jaringan berbasis TCP/IP, alamat IP digunakan di dalam lapisan ini. Router IP juga melakukan fungsi routing-nya di dalam lapisan ini.


4. Transport layer

Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima.

Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.

Lapisan transpor atau transport layer adalah lapisan keempat dari model referensi jaringan OSI. Lapisan transpor bertanggung jawab untuk menyediakan layanan-layanan yang dapat diandalkan kepada protokol-protokol yang terletak di atasnya. Layanan yang dimaksud antara lain:

> Mengatur alur (flow control) untuk menjamin bahwa perangkat yang mentransmisikan data tidak mengirimkan lebih banyak data daripada yang dapat ditangani oleh perangkat yang menerimanya.

> Mengurutkan paket (packet sequencing), yang dilakukan untuk mengubah data yang hendak dikirimkan menjadi segmen-segmen data (proses ini disebut dengan proses segmentasi/segmentation), dan tentunya memiliki fitur untuk menyusunnya kembali.

> Penanganan kesalahan dan fitur acknowledgment untuk menjamin bahwa data telah dikirimkan dengan benar dan akan dikirimkan lagi ketika memang data tidak sampai ke tujuan.

> Multiplexing, yang dapat digunakan untuk menggabungkan data dari bebeberapa sumber untuk mengirimkannya melalui satu jalur data saja.
Pembentukan sirkuit virtual, yang dilakukan dalam rangka membuat sesi koneksi antara dua node yang hendak berkomunikasi.

Contoh dari protokol yang bekerja pada lapisan transport adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP) yang tersedia dari kumpulan protokol TCP/IP. semoga membantu

Baca selanjutnya