Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Konfigurasi Spanning Tree Protocol (STP) di Switch Cisco



Seperti pada pembahasan sebelumnya bahwa Spanning Tree Protocol (STP) memiliki switch yang menjadi Root Bridge dan juga switch yang menjadi Non Root Bridge.

Switch yang menjadi Root Bridge memiliki nilai Priority paling rendah, jika nilai Priority semua switch sama maka secara otomatis akan dipilih switch yang memiliki nilai mac address paling kecil.

Konfigurasi Spanning Tree Protocol (STP) dibutuhkan pada sebuah topologi jaringan redundan, artinya ada sebuah topologi jaringan yang semua switchnya saling terhubung, dikenal dengan topologi ring. Root Bridge akan berfungsi sebagai hub penerus packet-packet yang di kirim pada sebuah jaringan redundan.

Secara default, switch Cisco secara otomatis mengaktifkan fitur Spanning Tree Protocol (STP) pada sebuah topologi jaringan yang redundan, namun adakalanya switch yang menjadi Root Bridge tidak sesuai dengan yang kita inginkan.

Pada artikel ini kita akan coba mempelajari mengenai konfigurasi Spanning Tree Protocol (STP) pada switch Cisco dengan mengubah nilai Priority pada switch yang akan kita jadikan sebagai Root Bridge.

Sebelumya silahkan sobat buat topologi seperti yang di inginkan, intinya topologi tersebut harus redundan (nge-ring), topologi yang saya gunakan seperti dibawah ini :

Gbr.1-Topologi spanning tree protocol


Pertama mari kita cek terlebih dahulu switch mana yang secara otomatis menjadi Root Bridge sesuai dengan topologi tersebut.

Caranya silahkan ketik perintah : show panning-tree pada masing-masing switch.

  • Multilayer Switch0 
Switch#show spanning-tree
VLAN0001
Spanning tree enabled protocol ieee
Root ID Priority 32769
Address 00D0.BC83.C9E9
This bridge is the root
Hello Time 2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec

Bridge ID Priority 32769 (priority 32768 sys-id-ext 1)
Address 00D0.BC83.C9E9
Hello Time 2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec
Aging Time 20

Interface Role Sts Cost Prio.Nbr Type
---------------- ---- --- --------- -------- --------------- 
Gi0/1     Desg FWD  4   128.25 P2p
Gi0/2     Desg FWD  4   128.26 P2p


  • Multilayer Switch1
Switch#show spanning-tree
VLAN0001
Spanning tree enabled protocol ieee
Root ID Priority 32769
Address 00D0.BC83.C9E9
Cost 4
Port 26(GigabitEthernet0/2)
Hello Time 2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec

Bridge ID Priority 32769 (priority 32768 sys-id-ext 1)
Address 00D0.D36D.3A67
Hello Time 2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec
Aging Time 20

Interface Role Sts Cost Prio.Nbr Type
---------------- ---- --- --------- -------- --------------- 
Gi0/1     Desg FWD  4   128.25 P2p
Gi0/2     Root FWD  4   128.26 P2p


  • Multilayer Switch2
Switch#show spanning-tree
VLAN0001
Spanning tree enabled protocol ieee
Root ID Priority 32769
Address 00D0.BC83.C9E9
Cost 4
Port 25(GigabitEthernet0/1)
Hello Time 2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec

Bridge ID Priority 32769 (priority 32768 sys-id-ext 1)
Address 00E0.F7DA.9218
Hello Time 2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec
Aging Time 20

Interface Role Sts Cost Prio.Nbr Type
---------------- ---- --- --------- -------- --------------- 
Gi0/2     Altn BLK  4   128.26 P2p
Gi0/1     Root FWD  4   128.25 P2p

Jika dilihat, maka penentuan Root Bridge sesuai dengan topologi saya diatas adalah dengan melihat nilai mac address terkecil, karena ketiga switch memiliki nilai Priority yang sama.

Konfigurasi cisco switch spanning tree


Kemudian saya ingin menjadikan Multilayer Switch2 sebagai Root Bridge, maka konfigurasinya adalah :

Switch(config)#spanning-tree vlan 1 priority ?
bridge priority in increments of 4096
Switch(config)#spanning-tree vlan 1 priority 8192

Perlu diperhatikan, penetapan nilai Priority adalah kelipatan dari 4096 dengan batas maksimal adalah 61440.

Setelah priority di Multilayer Switch2 diganti lebih kecil, maka sekarang switch tersebut sudah berubah menjadi root Bridge, coba kita cek..

Switch#show spanning-tree
VLAN0001
Spanning tree enabled protocol ieee
Root ID Priority 8193
Address 00E0.F7DA.9218
This bridge is the root
Hello Time 2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec

Bridge ID Priority 8193 (priority 8192 sys-id-ext 1)
Address 00E0.F7DA.9218
Hello Time 2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec
Aging Time 20

Interface Role Sts Cost Prio.Nbr Type
---------------- ---- --- --------- -------- --------------- 
Gi0/2     Desg FWD  4   128.26 P2p
Gi0/1     Desg FWD  4   128.25 P2p

Pada gambar topologi juga sudah berbeda dengan sebelumnya, bisa dilihat perbandingannya pada gambar dibawah ini :

Gbr.2-Spanning tree protocol (STP) default ID
 


Gbr.3-Spanning tree protocol (STP) custom ID priority


Menentukan Jalur Cadangan (port yang di blok)


Terakhir, kita juga bisa menentukan port mana yang akan di blok untuk menjadi jalur cadangan. Ada 2 parameter dalam menentukan port mana yang akan di blok.

  • Nilai cost tertinggi
Port yang memiliki nilai cost tertinggi akan di blok dan menjadi jalur cadangan. Nilai cost ini sudah otomatis ada sesuai dengan bandwidth pada port tersebut, semakin tinggi kapasitas bandwidth pada sebuah port maka akan semakin kecil nilai cost nya.

  • Nilai mac address tertinggi
Jika nilai cost port pada switch sama, maka selanjutnya akan dilihat nilai mac address paling tinggi, maka port dengan nilai mac address tertinggi akan menjadi jalur cadangan alias di blok.
 
Jadi ada 2 cara yang bisa kita lakukan untuk menentukan port mana yang akan digunankan sebagai jalur utama dan port mana yang akan dijadikan sebagai jalur backup (port yang akan di blok), yaitu :
  1. Mengecilkan kapasitas bandwidth pada port tersebut. 
  2. Menonaktifkan port, namun kelemahannya jika kita menonaktifkan port maka jika jalur utama mengalami gangguan atau jalur putus maka port tidak akan bisa secara otomatis menjadi jalur backup, harus kita aktfikan terlebih dahulu secara manual.

Demikian cara konfigurasi Spanning Tree Protocol (STP) di switch Cisco, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.